
Sabtu, 30 Juli 2011
MASKOT BANYUWANGI

Rabu, 11 Maret 2009
Banyuwangi, Magnet Wisata Alam Para Pelancong
Terhampar di wilayah seluas 5.800 km persegi, Banyuwangi memiliki topografi yang lumayan komplit -mulai dari dataran rendah hingga pegunungan- untuk ditanami berbagai tanaman industri. Tidak hanya tanahnya yang subur, Kabupaten Banyuwangi juga memiliki potensi yang sangat besar dalam sektor pariwisata. Selain "segi tiga berlian"
Kawah Ijen, Pantai Plengkung, dan Pantai Sukamade, di Banyuwangi terhampar banyak lokasi wisata yang sanggup menjadi “magnet” para pelancong.Buku "Informasi Pariwisata Nusantara" terbitan Departemen Kebudayaan dan Pariwisata tahun 2005 menyebutkan di Kota Banyuwangi sendiri terdapat Museum Blambangan, tepat di depan alun-alun di Jalan Sritanjung, yang memamerkan koleksi barang-barang perkakas berusia ratusan tahun yang terbuat dari gerabah atau perunggu serta bermacam
kitab kuno.Bagi wisatawan yang berminat menikmati suasana perkebunan, alternatif pilihan demikian beragam di Banyuwangi. Ada Kebun Kandeng Lembu di Kalibaru, perkebunan di Kecamatan Glenmore, Kaliklatak di lereng Gunung Merapi, Kalibendo dan objek agrowisata di Kaliselogiri.
Perkebunan di Kaliklatak adalah perintis wisata agro di Tanah Air. Terletak di lereng Gunung Merapi, atau 15 km barat kota Banyuwangi, objek wisata perkebunan ini memiliki luas sekitar 100 ha dan dikelola oleh perusahaan swasta. Komoditas utama dari kawasan Kaliklatak antara lain berupa kopi, coklat, karet, cengkeh, dan rempah-rempah.
Hal yang unik dari Banyuwangi adalah terdapatnya tiga taman nasional yang berfungsi aktif sebagai wahana konservasi flora dan fauna, yakni Taman Nasional Alas Purwo(TNAP), Taman Nasional Meru Betiri(TNMB) dan Taman Nasional Baluran.
Taman Nasional Baluran letaknya sangat strategis, berada di tepi jalan utama Surabaya-Banyuwangi. Mudah dijangkau, baik dari Pulau Bali maupun Surabaya. Ketika menginjakkan kaki di Taman Nasional Baluran, sambutan pertama yang akan menyapa para pengunjung adalah sekawanan monyet berekor panjang yang menghuni kawasan seluas 25 ribu ha itu.
Taman Nasional Baluran merupakan perwakilan ekosistem hutan yang spesifik kering di Pulau Jawa, terdiri dari tipe vegetasi savana, hutan mangrove, hutan musim, hutan pantai, hutan pegunungan bawah, hutan rawa, dan hutan yang selalu hijau sepanjang tahun. Sekitar 40% tipe vegetasi savana mendominasi kawasan taman nasional ini.
Di Padang Rumput Bekol, pengunjung dapat menikmati pemandangan sekelompok banteng dan rusa dengan latar belakang Gunung Baluran (1.247m). Sebagian orang bahkan menyebut Padang Rumput Bekol sebagai miniatur padang rumput Afrika yang sangat terkenal itu.
Objek wisata air mancur juga ada di Banyuwangi. Air mancur alami yang mengucur di dekat pantai terletak di kawasan Pancur yang masih berada di Taman Nasional Alas Purwo sangat tepat untuk berteduh dan bersantai sembari menikmati suara deburan ombak serta melihat binatang liar dari hutan.
Pada Taman Nasional Alas Purwo terdapat beberapa gua yang digunakan sebagai tempat untuk bermeditasi oleh kalangan supranatural. Gua sakral seperti Gua Istana dan Sendang Srengenge berada sekitar 2 km saja dari Pancur. Sementara tak jauh dari Pancur, terdapat karang hitam (karang mati) yang lebih dikenal dengan sebutan Karang Ireng, lengkap dengan pantai berpasir gotrinya.
Gua-gua lain yang kerap dijadikan tempat bersemedi para lelono, sebutan bagi orang yang bermeditasi di sana, adalah Gua Padepokan dan Gua Putri.
Perjalanan menuju gua-gua itu sangat mengesankan karena wisatawan berjalan di bawah rimbunnya Hutan Alas Purwo, bahkan tak jarang mereka juga terpaksa melintasi sungai kecil serta merangkak di bawah rumpun bambu yang tumbang.
Di Taman Nasional Alas Purwo juga ada sebuah pura peninggalan sejarah, yang hingga kini masih dipakai oleh umat Hindu di Banyuwangi untuk upacara keagamaan Pagerwesi setiap 210 hari sekali.
Memandangi tingkah polah satwa-satwa yang sedang merumput juga bisa dilakukan di Taman Nasional Alas Purwo. Tepatnya di pos Sadengan, padang penggembalaan seluas 80 ha siap menjadi lokasi banteng, kijang, rusa, babi hutan, dan berbagai jenis burung bersantap pada pagi dan sore hari.
Berjarak 20 km dari Kota Banyuwangi, ada Pulau Tabuhan yang luasnya 5 ha dan memiliki pemandangan taman laut yang indah dengan batu karang yang menjadi rumah bagi ribuan ikan karang, udang, dan tumbuhan laut lainnya.
Di dekat Desa Ketapang, Kecamatan Giri, hamparan pasir putih Pantai Watu Dodol begitu indahnya bahkan pengunjung bisa melihat Pulau Bali yang hanya dipisahkan oleh Selat Bali dari Banyuwangi. (*/cax)
Kamis, 12 Februari 2009
Berwisata ke Desaku Yuk... !
mengajak anda untuk ikut berwisata bersama-teman kita ke Desa Sumberasri Kecamatan Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi tepatnya nanti kita akan mengunjungi Pantai Bedul atau orang didesaku menyebutnya Marengan, tapi sebenarnya Dinas Pariwisata Banyuwangi menyebutnya Segara Anakan yang disana ada sebuah pulau kecil (Marengan) yang berada ditengah-tengah Pantai yang menghubungkan antara Pantai Grajagan, Pantai Trianggulasri, Segara Anakan dan G-Land/Plengkung dan dari sana kita bisa melihat Laut Selatan yang langsung menghubungkan ke Australia.... kayaknya enak banget ya... ayo kita mulai menuju ke pulau tersebut... !Kalau anda berada di pusat kota Banyuwangi Segara Anakan ini berada di pojok Selatan jalur perjalanan menuju Grajagan atau Alas Purwo, anda akan di beri kesejukan dalam perjalanan menuju kesana karena da
lam perjalanan kesana anda akan melewati sebuah hutan kecil yang hijau dan sejuk setelah itu dalam perjalan itu anda akan mendapati lokasi pembuatan Gamping / Batu Kapur Curah JatiSetelah sampai di lokasi anda titipkan aja kendaraan anda di rumah masyarakat sana gratis dan aman kok karena masyarakat sana orangnya baik-baik, lalu lanjutkan perjalanan dengan jalan kaki untuk menuju ke dermaga asyikkan liat foto kami pasti kepingin.
Setelah sampai di dermaga kita mulai naik ke perahu sederhana buatan masyarakat sana, cuma 2000 rupiah lho untuk satu orang itu udah termasuk on
gkos penjemputan lho.... ! dan nanti dalam penyebrangan anda masih diajak jalan-jalan keliling segara untuk melihat orang-orang memancing dan mencari kerang ditengah segara, pokoke enak mak yuuus !Setelah sampai dipulau Bedul rasanya kita bagai ditengah-tengah lau
t karena pulau ini dikelilingi oleh lautan, kurang lebih 1 1/2 jam kita lanjutk
an perjalanan untuk menumbus pulau tersebut untuk melihat sebuah pemandangan ombak yang menakjubkan dengan ketinggian ombak samapi 5 tingkat gulung, beda 2 dengan plengkung yang punya 7 tingkat gulung, karena Marengan ini tembusan / berhubungan langsung dengan Pantai Plengkung / G-Land.dalam p
erjalan ditengan pulau tadi kita bisa melihat berbagai satwa diantaranya, Kucing Hutan, Macam-macam Burung dan Ular, Banteng Hutan wooow paling banyak Monyet rek ! dan ada satu yang akan membuat anda tertarik yaitu Ada sebuah rumah Semut besar disana dan dipulau
ini tidak ada rumah penduduk yang ada hanya sebuah rumah Dinas PERHUTANI, jadi udara dan keadaannya masih alami.
Sambil istirahat, disana anda bisa membakar ikan dan kerang untuk dimakan, o ya disana tidak ada orang jualan lo jadi kamu harus bawa bekal yang cukup terutama air minum.
setelah puas disana anda bisa melalukan perjalan pulang atau
anda bisa melanjutkan perjalanan menuju Penangkaran Penyu Ngagelan, G_Land, Alas Purwo, Atau Pantai Grajagan.o ya jangan lupa Bakso Purwoharjo yang terkenal itu ya..... cicipi coy... !
e... ada lagi essssssss degannnnya.
Datang ya dan kunjungi, karena ini adalah salah satu objek wisata yang baru dirintis oleh PEMDA Banyuwangi yang akan dijadikan taman Pemancingan, wooo hebat bangettt.
Kamis, 04 September 2008
Plengkung Pantai Ganas yang terpencil
Untuk Anda penggemar olahraga surfing yang menginginkan sebuah
pengalaman yang menguras adrenalin, bersiaplah untuk berkunjung ke
sebuah pantai di Jawa Timur.
Sejenak lupakan tentang Bali, sesaat lupakan ombak menawan di Kuta yang penuh sesak dengan para surfer lokal maupun asing. Bersiaplah untuk menjajal Pantai Pelengkung, Banyuwangi, Jawa Timur.
Kawasan yang dikenal dengan nama G-Land
ini mungkin tak seindah pantai-pantai di Bali, namun jika Anda
memimpikan ombak yang besar dan ganas, maka ini adalah pilihan tepat
untuk dimasukkan dalam daftar tujuan liburan Anda.
Pantai
Plengkung terletak 87km dari Banyuwangi, untuk mencapainya pun tak
terlalu sulit. Dari Banyuwangi, anda dapat menggunakan kendaraan
bermotor menuju ke desa Trianggulasi dengan waktu tempuh 2,5 jam.
Setelah
itu, persiapkan kaki anda untuk menempuh perjalanan sejauh 12km (4 jam
perjalanan), mengingat kendaraan bermotor tak diijinkan untuk melewati
daerah ini demi menjaga kealamiannya.
Bagi yang ingin sampai ke
Plengkung tanpa bersusah payah, Anda dapat menggunakan speed boat dari
Kota Grajakan atau dari Benoa Denpasar. Jarak tempuh sangat tergantung
pada faktor alam, yaitu cuaca dan ombak.
Trio Ganas
Ombak
di pantai ini konon hampir setara dengan tiga pantai terbaik di dunia,
yang memiliki ombak panjang, tinggi, besar dan keras, yaitu Oahu
(Hawaii), Fiji, dan Tahiti. Ketiganya berada di Samudra Pasifik.
surfing in Pelengkung
Panjang ombak G-Land
bisa mencapai 2km dan tingginya bisa mencapai 6m. Begitu kerasnya, tak
jarang mampu mematahkan papan selancar yang dipakai para peselancar.
Para
peselancar papan atas dunia pun pernah mencoba keganasan ombaknya dalam
event Quicksilver Pro yang berturut-turut digelar pada 1995-1997.
Sayang krisis ekonomi dan kerusuhan yang melanda negeri ini membuat
event tersebut dipindah ke negara lain.
Fasilitas
Meski
terkesan terisolir, karena dibutuhkan perjuangan untuk mencapainya,
pantai Plengkung tetap memiliki fasilitas untuk menjamu para tamunya.
Namun bagi anda yang membayangkan akan menemui hotel berbintang di
sini, bersiaplah untuk kecewa.
Karena yang ada hanyalah
penginapan atau lebih tepat disebut camp. Tak ada listrik, yang ada
hanyalah diesel, tak ada siaran TV, yang ada TV yang tak henti-hentinya
menayangkan rekaman video bertema selancar.
Namun untuk makanan
dan minuman, Anda boleh tersenyum. Karena para pengelola camp ini tetap
menyediakan makanan dan minuman sekelas hotel mewah. Meski terbilang
'minim' fasilitas, namun untuk menginap disana, Anda harus merogoh
kocek Rp385.000-550.000 permalam, sudah termasuk kaos, ongkos spead
boat, makanan dan minuman serta kipas angin (maklum tak ada AC).
Pantai Tetangga
Selain Plengkung, Anda juga bisa mengunjungi pantai 'tetangganya' yaitu Pantai Pancur yang terletak 8km sebelah utara G-Land.
Disebut Pancur karena disini terdapat sebuah sungai yang mengalir
sepanjang tahun menuju pantai yang terjal sehingga membentuk pancuran.
Tak
jauh dari sana, terdapat Pantai Trianggulasi yang menyajikan pantai
berpasir putih. Konon pemandangan matahari tenggelam didaerah ini tak
kalah dengan sunset di Tanah Lot.
Pantai Ngagelan yang terletak 5km sebelah barat. Ini adalah pantai
tempat pendaratan penyu yang akan bertelur. Jangan lewatkan untuk
mampir ke Segoro Anak, Pantai Parang Ireng dan Pantai Batu Lawang.
Dijamin, anda akan tergugah untuk kembali berlibur kesana. Tunggu apa
lagi, kemasi barang-barang Anda dan nikmati liburan di Semenanjung
Blambangan.
sumber : KapanLagi.com
Kawah Ijen
Kawah ini memiliki luas sekitar 5.466 hektar. Air kawah itu cukup tenang dan berwarna hijau kebiru-biruan. Pemandangan di sana terlihat begitu menakjubkan di pagi hari. Air kawah yang volumenya sekitar 200 juta meter kubik dengan panas mencapai 200 derajat celcius itu memancarkan kemilau hijau keemasan saat sinar mentari menerpa dari balik Gunung Merapi, saudara kembar Gunung Ijen.
Untuk mencapai daerah ini terdapat dua cara, pertama melalui kota Banyuwangi sejauh 38 km ke barat melalui Licin-Jambu-Paltuding. Cara kedua yaitu melalui kota Bondowoso ke arah timur melalui Wonosari-Sempol-Paltuding sejauh 70 km. Namun meski jauh cara kedua ini yang paling banyak dipilih para pengunjung karena jalannya sudah beraspal mulus. Sedangkan rute lewat Banyuwangi jalannya masih berupa makadam dengan tanjakan yang cukup curam.
Jika lewat rute dari Bondowoso, dalam perjalanan akan melalui daerah terbatas areal perkebunan kopi yang mempunyai tiga pintu gerbang yang berbeda. Pada setiap pintu gerbang, pengunjung akan diminta untuk mengisi buku tamu dan menuliskan tujuan perjalanannya. Pemandangan kawasan ini sangat menarik dengan hamparan kebun kopi arabikanya yang hijau teratur, kemudian setelahnya ada hutan pinus milik Perhutani dan juga hutan perawan Cagar Alam Ijen-Merapi yang begitu lebat.
Perjalanan wisata ke kawah Ijen, dimulai dari Paltuding yang merupakan sebuah pos Perhutani di kaki gunung Merapi-Ijen. Dari sini terdapat jalan tanah menanjak ke ketinggian 2.400m dengan waktu tempuh 2 jam dengan berjalan santai. Tiba di bibir kawah, pemandangan menakjubkan akan segera tersaji di depan mata. Sebuah danau hijau dengan diameter sekitar 1 km yang berselimutkan kabut dan asap belerang berada jauh dibawah. Dari sini pengunjung bisa melihat penambang-penambang belerang yang berada di dekat danau. Untuk menuju ke danau, pengunjung harus menuruni bebatuan tebing kaldera melalui jalan setapak yang juga biasanya dilalui oleh para penambang. Sapu tangan basah disini sangat diperlukan, karena seringkali arah angin bertiup membawa asap menuju ke jalur penurunan.
Terdapat lokasi penambangan juga menjadi keunikan utama yang lain dari wisata Kawah Ijen selain tentunya keindahan panorama yang ada di sana. Penambangan belerang di sini masih memakai cara tradisional dimana pengangkutannya memakai cara dipikul tenaga manusia. Penambangan tradisional ini konon hanya terdapat di Indonesia yaitu di Welirang dan Ijen. Beban yang diangkut masing-masing penambang bisa mencapai berat 85kg. Beban ini luar biasa berat apalagi kalau harus diangkut melalui dinding kaldera yang begitu curam menuruni gunung sejauh 3km. Penghasilan yang diterima seorang penambang rata-rata Rp.25 ribu atau sekitar Rp.300,- per kilonya. Satu orang penambang biasanya hanya mampu membawa satu kali perjalanan setiap harinya, karena beratnya pekerjaan. Semua penambang akan berkumpul di bangunan bundar kuno peninggalan Belanda bertuliskan “Pengairan Kawah Ijenâ€, yang sekarang disebut sebagai Pos Bundar. Di pos inilah para penambang menimbang muatannya dan mendapatkan secarik kertas tentang muatan dan nilainya.
Tempat pengambilan belerang terdapat di dasar kawah, sejajar dengan permukaan danau. Asap putih pekat selalu keluar menyembur melalui pipa besi yang dihubungkan ke sumber belerang. Dari sinilah lelehan fumarol berwarna merah menyala meleleh keluar dan langsung membeku terkena udara dingin, membentuk padatan belerang berwarna kuning terang. Batu-batuan belerang inilah yang akan diambil. Dipotong dengan bantuan linggis dan kemudian langsung diangkut dalm keranjang.
Selain menuju permukaan danau, pengunjung dapat juga mengelilingi kaldera yang memakan waktu kurang lebih seharian penuh. Pendakian ke Kawah Ijen umumnya disarankan dimulai pada pagi hari. Demi alasan keamanan, pendakian ke kawah ijen dari Paltuding ditutup selepas pukul 14:00, karena pekatnya asap dan kemungkinan arah angin yang mengarah ke jalur pendakian. Untuk mengejar perjalanan di pagi hari, pengunjung disarankan menginap di kota terdekat yaitu Bondowoso atau Situbondo.
Jika menyukai suasana perkebunan, tempat yang berkesan untuk bermalam adalah Guest House Perkebunan Kopi PTP Nusantara XII di Kalisat, Jampit. Perkebunan inilah yang dilewati ketika menuju kawasan Ijen melalui rute Bondowoso. Tersedia pula sajian paket agro wisata mengunjungi kebun kopi dan melihat unit pemrosesan biji kopi.. Selain itu juga terdapat pula Pondok Wisata di Paltuding yang cukup bersih, atau bisa membuka tenda di bumi perkemahan Paltuding.
Watu Dodol
Anda hendak ke Bali melalui jalur utara Pulau Jawa, sebelum tiba di
BILA Anda tidak ingin berlama-lama di Banyuwangi, sebaiknya sempatkan
mampir ke Watudodol. Banyak hal yang menarik di sini. Selain patung
Gandrung dan pantainya yang indah, pulau Bali terlihat dari sini. Anda
bisa melihat feri menyeberang dari pelabuhan Ketapang ke Gilimanuk.
Mampirlah ke pantainya, di sepanjang jalan terdapat banyak orang
berjualan. Anda juga bisa mandi di pantainya, atau berlayar dengan
perahu nelayan.
salah satu bibir pantai ada keajaiban. Mungkinkah sebuah sumur tawar
ada di pinggir pantai? Aneh tapi nyata, di Watudodol, ditemukan sumber
air tawar. Rasanya tidak asin ataupun antak. Kalau pasang, air bisa
masuk ke dalam sumber air ini, tapi airnya tetap tidak asin. Agar tidak
terlalu sering terkena air pasang, warga setempat membuatkan pembatas
yang dibuat jadi semacam sumur. Jadi bagi mereka yang ingin mengambil
airnya bisa menggunakan timba.
Masyarakat Bali bila menjelang hari suci seperti Waisak, selalu
memenuhi tempat ini. Bukan cuma warga Bali, mereka yang datang dari
berbagai penjuru tanah air menyempatkan diri datang ke sumur ini untuk
mengambil air sumur tawar itu. “Banyak yang percaya, air itu bisa
menyembuhkan rematik atau penyakit lainnya,” ujar Siti yang sudah
berdagang di sekitar itu selama 5 tahun ini.
Patung Gandrung adalah salah satu tempat yang tidak bisa Anda lupakan
ketika Anda ingin berfoto. Fondasi patung yang berada di atas pantai
ini sudah selesai tahun 2003 lalu. Tetapi pembuatan patung Gandrung
baru selesai sekitar akhir 2004 lalu. “Yang mahat 3 orang, 1 orang
Banyuwangi, 1 orang Jawa Tengah, dan 1 orang dari Bali,” lanjut Bu
Siti. Proses pengerjaannya memakan waktu 3 bulan. Salah satu pelukisnya
bernama Wayan, warga Bali yang tinggal di Banyuwangi.
Bu Siti ternyata juga mengetahui model yang dipakai untuk patung. “Itu
mbak Dila, anaknya pak Jaksa. Tapi foto anaknya lebih cantik dari
patungnya. Kalau hidungnya sama,” kata Bu Siti, satu-satunya penjual
bakso dan rujak yang paling dekat dengan patung Gandrung. “Dulu warung
saya persis di bawah patung itu. Karena diambil Pemda, saya pindah ke
mari (di pinggir jalan, red),” lanjutnya.
Batu Besar
dulu buru-buru pulang atau pergi ke Bali, sebelum Anda melihat ada
sebuah batu besar yang terletak persis di tengah jalan di Watudodol tak
jauh dari patung Gandrung. Batu ini mirip dodol. Rupanya batu yang
tinginya kira-kira setinggi tiang listrik merupakan muasal wilayah itu
disebut Watudodol. Mungkin karena bentuknya yang seperti dodol.
Batu ini menjadi unik karena memiliki sejarah sendiri dan cerita mistik
di dalamnya. Daerah ini pernah dijadikan sebagai tempat pertahanan dan
perlidungan tentara Jepang ketika Perang Dunia II. Karena dianggap
mengganggu, batu yang berdiameter sekitar 10 pelukan orang dewasa ini
oleh tentara Jepang pernah hendak dipindahkan. Namun, walau sudah
puluhan orang dikerahkan untuk memotong batu tersebut agar bisa
digulingkan, tidak membawa hasil. Lalu Jepang memutuskan memindakan
batu itu dengan ditarik kapal. Ternyata sang batu tetap saja tak
bergeming. Kabarnya malah kapal yang menarik itu tenggelam.
Selain mengunjungi sumur air tawar, orang Bali khususnya para sopir
truk sering berhenti di Watudodol untuk memberikan persembahan di batu
ini, seperti kembang, buah-buahan, uang dan sebagainya.
Di samping pesona keindahan dan mistik, Watudodol menyimpan catatan
sejarah yang menarik. Watudodol adalah pintu gerbang ke wilayah paling
timur pulau Jawa. Bala tentara bisa masuk dari sini menuju ke selatan
(Jember) atau ke arah barat (Situbondo).
Tanggal 14 April 1946, Belanda ingin mengadakan percobaan pendararatan
di Ketapang, tapi berhasil dihalau oleh tokoh masyarakat Banyuwangi di
antaranya Pak Nusahra. Ketika Belanda akan mencoba mendarat di pantai
Meneng dan pelabuhan Ketapang, pada 20 Juli 1947, Belanda kembali
gagal, karena mendapat perlawanan meriam yang gigih dari pasukan
Indonesia di bawah pimpinan Mayor R. Abdul Rifai. Esoknya, Belanda
kembali berusaha merebut Watudodol dengan mengerahkan pesawat tempur,
tapi kembali terpukul setelah kapal mereka berhasil ditenggelamkan.
Jika Anda lapar atau ngantuk serta bermaksud hendak menginap, di
Watudodol Anda bisa mampir di restoran dan hotel di sekitar itu.
Tarifnya berkisar antara Rp 100.000 sampai Rp 200.000.
Watudodol, sekitar 2 kilometer Anda sudah sampai di pelabuhan Ketapang.
Kalau Anda ada di feri yang menuju ke Gilimanuk, ketika ada sinar
matahari, Anda bisa menyaksikan anak-anak dan pemuda yang mata
pencahariannya berenang menunggu lemparan uang logam atau kertas.
Kemudian mereka berebut untuk mengambilnya. “Yes no, yes no....,” ujar
pemuda di sana, yang artinya (karena pengetahuan bahasa Inggirs mereka
minim) bukan “ya-tidak, ya-tidak”, melainkan “lemparin duit dong!”
Sumber: SuaraMerdeka
Wisata Alam di Banyuwangi
Pantai GrajaganGrajagan merupakan pantai yang menarik untuk dikunjungi. Pantainya luas diselimuti oleh pasir bersih. Di seberang pantai, bukit yang gagah terhunjam ke burni dengan kuatnya. Pemandangan kampung nelayan menambah pesona Grajagan. Gua pertahanan jaman jepang juga bisa dinikmati. Cottage dan motel tersedia di tempat wisata ini. Grajagan terletak kira-kira 53 km ke arah selatan dari Banyuwangi.
Sadengan
Sadengan merupakan tempat binatang-binatang Taman Nasional Alas Purwo merumput makanan segar. Para pengunjung dapat melihat binatang-binatang liar seperti banteng, menjangan, babi liar, burung merak, unggas hutan, dan beraneka ragam burung. Para pengunjung dapat melihat binatang-binatang liar yang sedang merumput di pagi hari dan sore hari dari tower pengintai.
Perkebunan Treblasala dan Air Terjun 27 Tingkat
Perkebunan ini terletak di Kecamatan Glenmore. Dari Glenmore kira-kira 16 km ke arah selatan. Kopi dan coklat merupakan tanaman utama di perkebunan ini. Di tengah perjalanan di perbatasan antara Sungai Lembu dan Treblasala terdapat air terjun 27 tingkat. Air jernih dari atas tebing di kesunyian hutan.
Paltuding ( 1850 mdpl )
Merupakan pos terkhir tempat pemberhentian kendaraan dan persiapan pendakian ke gunung. Paltuding juga merupakan batas dua kabupaten yaitu Kabupaten Banyuwangi dan Kabupaten Bondowoso; dimana batas tersebut berupa jalan setapak dari Paltuding ke Dam Kawah Ijen. Selain terdapat sarana dan prasarana untuk berwisata, seperti bumi perkemahan, pesanggrahandan kantin. Dari Paltuding bisa dilihat pemandangan fenomena gunung-gunung disekitarnya yang cukup indah, antara lain : G. Merapi ( 2800 mdpl ), G. Ijen ( 2386 mdpl ), G. Widodaren ( 2000 mdpl ), G. Papak ( 2099 m dpl ) dan G. Ranti ( 2664 m dpl ).
Pondok Bunder /Pondok Pengairan ( 2214 mdpl )
Dibangun pada masa Pemerintahan Hindia Belanda, berbentuk setengah lingkaran atau yang dalam Bahasa Jawa disebut bunder sehingga dinamakan Pondok Bunder. Fungsi utamanya untuk mengukur curah hujan. Lingkunganya sejuk dengan pemandangan kalder Pegunungan Ijen Raksasa ( G. Raung, G. Rantai, G. Suket, G. Papak ) dan area bird watching. Dibangun tahun 1920 sebagia basecamp pegawai pengairan yang mengelola Dam Ijen. Terkhir kali air kawah mengalir melewati Dam tahun 1976, sejak itu air semakin menyusut. Dan sejak tahun 1979 air kawah tidak lagi mencapai dasar Dam. Pada Bulan Juli - September dapat dilihat pesona hamparan Bunga " Edellwies". Pondok Bunder berjarak ± 2 km dari pos Paltuding ( ± 1 jam jalan kaki ).
Teluk Banyubiru ( Slenggrong )
Kawasan ini ditandai oleh suatu cekungan pantai yang menjorok ke daratan dan air yang biru dan tenang. Lutung Jawa dan Elang laut dapat menjadi selingan menarik saat beristirahat di sepanjang pantainya yang ditumbuhi oleh lamun ( rumput laut ). Dibagian tengah, terdapat sungai ( sunglon ). Disepanjang kanan - kiri pantai dilatari laut lepas yang dihiasi oleh bagang - bagang nelayan dan merupakan areal budidaya kerang mutiara PT. Disthi Mutiara Suci.
Perpat
Terletak ± 5 - 10 km di selatan Kayu Aking, bisa dijangkau dari Muncar lewat laut dengan memakai perahu selama ± 2 jam. Area ini ditandai dengan adanya Pohon Perpat ( Bruguiera sp ) yang termasuk dalam kelompok Mangrove. Dengan terumbu karang yang masih relatif utuh, Pantai Perpat dapat dijadikan sebagai lokasi snorkling atau diving yang menantang. Sering dijumpai kelompok lumba -lumba yang berenang berkelompok dan berputar - putar di perairan untuk mencari makan.
Sumber : Banyuwangikab.go.id
Wisata kerajianan di Banyuwangi
DATA INDUSTRI KERAJINAN DAN HOME INDUSTRI BANYUWANGI
Industri kerajinan merupakan usaha sehari-hari penduduk hampir diseluruh daerah pedesaan di Banyuwangi selain pertanian, serta menjadi sumber penghidupan bagi sebagian penduduk di beberapa wilayah perkotaan.
Berbagai jenis bahan alamai dari ingkungan sekitarnya diolah dengan kreatifitas sehingga menjadi bentuk yang layak berupa hiasan maupun perabot rumah tangga sehari-hari.
Disadari atau tidak, kreatifitas pendudk pedesaan ini menarik perhatian para pecinta seni (kerajinan) dari berbagai negara di dunia. Bahan-bahan yang dibuat dari bahan yang semula tercecer dihutan, dipegunungan dan berbagai tempat yang hampir tidak menapat perhatian, kini menempati ruang-ruangan terhormat di rumah Anda, dihotel-hotel Eropa, Jepang, Amerika, Malaysia maupun Timur Tengah.
INDUSTRI KERAJINAN
Sepatu dan Sandal Kulit Laros
Industri Sepatu dan Sandal ini merupakan gebrakan awal pembuatan sepatu yang mengutamakan bahan dasar kulit. Konsumen/pembeli dimanjakan dengan berbagai model dan bisa disesuaikan dengan kondisi kaki serta harga yang terjangkau.
Laros sepatu dan sandal kulit
Jl. kuntulan 01 (depan SMKN 1 Glagah)
Suwarso: 085258760782
Apri : 085231971902
Batik Khas Banyuwangi
Seni untuk menggoreskan lilin cair diatas kain yang kemudian diikat dengan warna dan motif, menghasilkan batik tulis yang bermutu tinggi dengan corak dan karakteristik khas Banyuwangi. ada 20 motif batik komtenporer Banyuwangi, diantaranya adalah Batik Gajah oling, Sembur Cacing, Paras gempal, Kangkung Setingkes, Gringsing Ukel, Moto Pitek dan sebagainya. Pengrajin batik dan galery batik Banyuwangi dapat ditemui di :
- VIRDES COLLECTION
Toko penjualan dan sentra industri Batik Khas Banyuwangi. Dalam sebulan menghasilkan 3.000 M. Terletak di Dsn. Simbar Rt.01 Rw.II Ds. Tampo Kec. Cluring. Telp. (0333) 394214 - TIRTA WANGI
Toko penjualan industri Batik Khas Banyuwangi. Dalam sebulan menghasilkan 2.550 M. Terletak di Jl. Agung Wilis Banyuwangi - SRI TANJUNG
Toko penjualan industri Batik Khas Banyuwangi. Dalam sebulan dapat menghasilkan 2.550 Meter. Terletak di Jl. Tarakan 13 Banyuwangi. Telp. (0333) 41506 - 423313 - SAYU WIWIT
Toko penjualan industri Batik Khas Banyuwangi. Dalam sebulan dapat menghasilkan 7.500 M. Terletak di Jl. Sidopekso Kel. Temenggungan Kec. Banyuwangi. Telp. (0333) 422642
Kerajinan Kayu
Industri kerajinan kayu tersebar di seluruh daerah Banyuwangi, seperti di Giri, Klatak, Penganjuran, Tukang Kayu, Banjarsari, Tampo, Kaligondo ( Pesanggaran ). Hasil kerajinan kayu berupa bubut kayu, mosaik, guci, vas, asbak, dekorasi dinding, mangkok, patung, relif, perabot rumah tangga, berbagai macam hiasan untuk cinderamata dan lain - lain.
Pisau Komando
Industri pisau komando di produksi di Kelurahan Singotrunan Jl. Kerinci No 11 Banyuwangi. Ada bermacam - macam produk pisau komando antara lain; samurai komando, pisau dapur, golok dan pisau khas tradisional; rencong, mandau, kujang, campurian, clurit, dan sebagainya.
Kerajinan Perak
Industri Rumah tangga yang berupa Kerajinan Perak milik Saiful Bachri - terletak di Dusun Krajan Desa Dasri Kec. Tegalsari. Industri ini memperkerjakan karyawan sekitar 10 orang. Pemasarannya ke berbagai daerah. Sering mengikuti Pameran dan Pekan Promosi tidak hanya di Daerah Banyuwangi akan tetapi ke berbagai kota yang ada di Jawa Timur ini dan sering melayani pesanan dari Luar negeri dan luar Propinsi.
Industri Kompor
Dusun Blokagung Desa Karangdoro Kec. Tegalsari Kab. Banyuwangi
Industri Rumah Tangga yang berupa Kerajinan Sapu Ijuk milik Sdr. Samsul Arifin ini terletak di Dusun Sumbergayam Desa Dasri Kec. Tegalsari. Karyawan yang dipekerjakan sekitar 12 orang. Pemasarannya ke Pulau Dewata / Bali. Dusun Sumbergayam Desa Dasri / Kantor Kec. Tegalsari
Kerajinan Daur Ulang - Akar Daun
Kerajinan daur ulang ini terdapat di Dusun Kejoyo Desa Tambong Kecamatan Kabat Banyuwangi. Barang – barang kerajinan ini berasal dari bahan bahan yang semula tercecer dihutan, gunung, sungai, kebun dan berbagai tempat yang tidak mendapat perhatian. Kayu kering, akar, daun, kulit pohon pisang dijadikan cineramata, furniture, lampu, tas, topi dan sebagainya yang sangat bagus.
Kerajinan Boneka Gandrung
Boneka Gandrung terbuat dari bahan fiberglass yang dapat berupa patng, gantungan kunci, hiasan dinding atau asesoris mobil dan berbagai cinderamata lainnya. Pengrajinnya dapat ditemi di Kelurahan Tukang Kayu, Kecamatan Banyuwangi.
Kerajinan Gerabah Tanah Liat
Berada di Kelurahan Pengantigan, dalam kota Banyuwangi. Dulu namanya Gentengan karena pusat tempat orang membuah gerabah tanah liat berup guci, vas bunga, genteng dan berbagai perabot rumah tangga lainnya. Pengunjung bisa melihat proses bagaimana gerabah tanah liat itu dibuat.
Kerajinan Tenun Serat Pisang Abaka
Masyarakat using dulunya terkenal dengan kerajinan tenun. Tenun serat pisang abaka yang ada dan satu-satunya di Banywangi ini berada di desa kemiren, Kecamatan Glagah. Bahannya diambil dari perkebunan Bayu Lor, dimana satu-satunya perkebunan di Banyuwangi yang menanam pisang abaka.
Kerajinan Bambu - bambu
Adalah sangat mudah memperoleh bambu di Banyuwangi. Para pengrajin mengolahnya menjadi berbagai jenis cinderamata yang indah seperti tutp lamu, tempat buah, tutup piring, furniture dan dekorasi interior dan sebagainya. Pusat kerajinan bambu ini terdapat di Desa Gintangan Kecamatan Rogojampi, Banyuwangi.
Kerajinan Turun - temurun
Industri Kerajinan merupakan usaha sehari - hari penduduk hampir di seluruh daerah perdesaan Banyuwangi selain pertanian, serta menjadi sumber penghidupan bagi sebagian penduduk di beberapa wilayah perkotaan.
Berbagai jenis bahan alami dari lingkungan sekitarnya diolah dengan kreatifitas sehingga menjadi bentuk yang layak berupa hiasan maupun alat kebutuhan rumah tangga sehari - hari.
Kreatifitas penduduk pedesaan ini menarik perhatian para pecinta seni (kerajinan) dari berbagai negara di dunia. Bahan - bahan yang dibuat dari bahan semula tercecer di hutan, di pegunungan dan diberbagai tempat yang hampir tidak mendapat perhatian, kini menempati ruangan - ruangan terhormat di ruang anda. Di hotel - hotel negara Eropa, Jepang, Amerika, Malaysia, maupun di Timur Tengah.
HOME INDUSTRI
Selai Pisang
Selai pisang merupakan makanan / jajanan khas Banyuwangi. Ada dua macam selai pisang, yaitu selai pisang goreng tepung dan molen selai pisang. Selai pisang di produksi di Kelurahan Klatak (Kalipuro), Lateng, Singonegaran, Kebalenan, Penganjuran, Mojopanggung, Kecamatan Glagah, Songgon, Sukonatar,Bangorejo, Buluagung, Siliragung, dan lain sebagainya..
Home Industri Rengginang dan Krupuk
Rengginang dan Krupuk Monalisa
Home industri ini memproduksi rengginang dan krupuk rasa ikan, udang, bawang, manis, dll.
Home Industri Roti
Industri rumah tangga roti ini mempunyai beberapa produk diantaranya yaitu : roti sisir, roti sutra, roti kiyong, roti vodka, roti tawar susu, roti tawar kentang, roti sobek ( rasa coklat, sarikaya, keju ), roti coklat. Produsen roti leza, empuk dan terkenal ini sudah mempunyai ijin DINKES dengan nomor : P-IRT No. 2.06.3509.01051. Home industri ini mampu berproduksi sebanyak 100 bungkus roti per hari dengan pekerja sebanyak 4 ( empat ) orang. Home industri ini terletak di Kelurahan Kalirejo Kecamatan Kabat.
PUSAT KERAJINAN
| Gift Shop | |||
| No. | Nama | Alamat | No. Telp |
| 1. | Pelangi Sari 1 | Jl. Letkol Ngurah Rai 16 Banyuwangi | (0333) 426704 |
| 2. | Pelangi Sari 2 | Jl. Gajah Mada No 3 Banyuwangi | (0333) 418344 |
| 3. | Ardial | Jl. Basuki Rahmat 115 Banyuwangi | (0333) 421717 |
| Painting Galery | |||
| No. | Nama | Alamat | No. Telp |
| 1. | Galery & Museum Mozes Misdy | Jl. Gatot Subroto 119 Ketapang BWI | (0333) 423573 |
| 2. | Fine Art Galery Painter : Tiena & Bambang Raharjo | Jl. Agus Salim 75 Banyuwangi | (0333) 422208 |
| 3. | S. Yadi. K | Jl. Widuri gang Anggrek 24 Banyuwangi | (0333) 4211844 |
| 4. | Baniamora | Jl. KH. Wahid Hasyim 49 Genteng BWI | - |
| Batik Galery | |||
| No. | Nama | Alamat | No. Telp |
| 1. | Virdes | Jl. Doktren Baitus Salam Simbar Tampo Cluring BWI | (0333) 394214 |
| 2. | Sri Tanjung | Jl. Agus Salim 75 Banyuwangi | (0333) 415061 (0333) 423313 |
| 3. | Sayu Wiwit | Lingkungan Sri Tanjung Temenggungan Banyuwangi | (0333) 4211844 |
| Art Shop | |||
| No. | Nama | Alamat | No. Telp |
| 1. | Larus | Jl. Jendral Sudirman 4 Banyuwangi | (0333) 421445 |
| 2. | Widuri Art | Jl. Widuri 4B Banyuwangi | (0333) 415927 |
| Kerajinan Daur Ulang Kayu - Akar Daun | ||
| Nama | Alamat | No. Telp |
| Kejaya Handicraft | Desa Tambong Kecamatan Kabat Banyuwangi | (0333) 412893 |
| Kerajinan Kayu | ||
| Nama | Alamat | No. Telp |
| UD Masnur | Banyuwangi | (0333) 410898 |
| Kerajinan Tenun Serat Pisang Abaka | ||
| Alamat | No. Telp | |
| Desa Kemiren Kecamatan Glagah Banyuwangi | (0333) 413889 | |
| Kerajinan Boneka Gandrung | ||
| Alamat | No. Telp | |
| Kelurahan Tukang Kayu Kecamatan Banyuwangi | (0333) 425278 | |
| Kerajinan Pandai Besi - Pisau Komando | ||
| Alamat | No. Telp | |
| Kelurahan Singotrunan Kecamatan Banyuwangi | (0333) 425410 | |
| Kerajinan Bambu |
| Desa Gintangan Kecamatan Rogojampi Banyuwangi |
| Kerajinan Gerabah Tanah Liat |
| Kelurahan Pengantigan Kecamatan Banyuwangi |
Sumber : banyuwangikab.go.id
Senin, 01 September 2008
WISATA ALAM MERU BETIRI
Wisata sekaligus Mempertahankan
Kelestarian Penyu
Teluk Hijau di Meru Betiri dengan pondokan sederhana untuk wisatawan
(atas).
BANYUWANGI – USAI beduk maghrib, tepatnya pukul 18.32 petang, langkah Wartono tampak menyusuri jalan setapak yang membelah hutan lindung Pantai Sukamade. Kedua tangan pria asal Sumedang yang telah 12 tahun mengabdikan diri sebagai petugas Jaga Wana Taman Nasional Meru Betiri itu tampak menenteng lampu baterai dan ember plastik.
Sesampainya, di pantai Sukamade, Ismanto memberi isyarat kepada Wartono. Dan, serombongan wisatawan itu, hanya diizinkan bergerombol 100 meter dari arah sang penyu yang hendak bertelur. Begitu melihat sang penyu terdiam tak mengipaskan keempat kakinya, Wartono pun mengangkat langkahnya ke arah binatang berpunggung keras itu. ”Sekarang, boleh menyalakan lampu baterai,” katanya, memberi isyarat pada serombongan wisatawan untuk mendekat ke tempat ”petarangan” sang penyu.
Takut Cahaya
Melihat penyu bertelur, kelompok wisatawan tampak berebut mengabadikan lewat kamera fotonya maupun handycam. Mereka saling bergantian menyentuh punggung keras sang penyu. Inilah atraksi kasih sayang antara manusia dengan sang penyu. Begitu selesai bertelur, sang penyu kembali beraktivitas. Keempat kakinya, bergantian mengipas pasir ke arah lubang ”petarangan” telurnya. Menutup lubang sedalam 60 cm, memang memakan waktu. Penyu yang usianya sekitar 25 tahun itu, perlu waktu 35 menit untuk menutup lubang telur.
Setelah itu, sang hewan langka itu pun mengayunkan langkahnya ke arah laut lepas. ”Kami yang bertugas di sini, wajib mengawal penyu hingga ke bibir laut. Jika tidak, terkadang penyu terjebak potongan kayu atau tergelincir hingga terbalik. Kecelakaan itu, bisa menewaskan penyu,” ujar Wartono.
Setelah yakin berenang ke laut, Wartono pun kembali ke arah kawan-kawannya yang sedang menggali lubang telur. Lubang yang sebelumnya ditandai tonggak bambu itupun, digali perlahan. Wartono pun memimpin menghitung telur. Sekali bertelur, penyu mampu bertelur 140 hingga 200 butir. Tengah malam itu pula, telur penyu itu dibawa Wartono ke bangunan semacam bunker. Di dalamnya, tampak terlihat 112 ember plastik penuh telur penyu. Tampak pula lima ember besar berisi air laut, yang di dalamnya terdapat tukik (anak penyu) usia sepekan.
”Jika ada wisatawan, kami akan melepas tukik ke tengah laut. Tak jarang, wisatawan ikut mengangkat ember dan melepas tukik ke pasir pantai,” tutur Wartono. Dan, pelepasan tukik itu merupakan sebuah atraksi lain yang cukup memikat para wisatawan.
G-Land, surga peselancar dunia
Plengkung dikenal sebagai pantai terbaik untuk surfing di dunia, nama plengkung juga disebut dengan G-Land, huruf G berasal dari kata Grajagan, nama dari sebuah teluk yang memiliki ombak yang besar. G-Land dikelilingi oleh hutan tropis yang masih alami. G-land menawarkan olahraga surfing yang paling digemari oleh para surfer professional.
Diantara 12 bulan kalender, bulan mei sampai oktober adalah bulan-bulan terbaik untuk surfing, karena dibulan ini akan ditemui panjang dan ketinggian ombak yang maksimal, sesuai catatan panjang gelombang dapat mencapai 2 kilometer. Maka tak diragukan lagi bahwa G-Land merupakan surga bagi para peselancar.
Kemudian bagaimana tentang akomodasi yang disediakan ?
Dilokasi wisata pantai ini telah tersedia Cottage dan juga jungle camp dekat pantai.
Bagaimana mencapai Pantai Plengkung atau G-Land ?
Pantai plengkung terletak di pantai selatan Banyuwangi, ujung timur Jawa timur. Para pengunjung dapat mencapai pantai ini dengan dua jalur ; lewat darat maupun darat dan laut.
- Lewat darat : Banyuwangi – Kalipahit ( 59 km) dengan kendaraan angkutan umum bus, Kalipahit – Pasaranyar ( 3 km ) dengan ojek atau sewa mobil. Pasar anyar – Trianggulasi – Pancur ( 15 km ), Pancur – Plengkung ( 9 Km ) dengan mobil khusus. Jadi jarak total dari Banyuwangi kota - Plengkung kurang lebih mencapai 86 km.
- Lewat Darat dan laut : Banyuwangi – Benculuk ( 35 km ) naik bus atau kendaraan umum lainnya, Benculuk – Grajagan ( 18 km ) dengan kendaraan umum, Grajagan – Plengkung menggunakan Speedboat.
Kedua jalur menuju plengkung tersebut semuanya tidak masalah. Jika pengunjung memilih melalui grajagan. Penginapan di pantai grajagan juga telah tersedia. Dan para pengunjung bisa menikmati keindahan pantai grajagan sebelum berangkat ke pantai Plengkung.
Kebanyakan dari para peselancar berangkat dari Bali, melalui Banyuwangi langsung ke G-Land atau ke Grajagan, kemudian menyewa Speedboat menuju ke plengkung.
Silahkan datang dan nikmati keindahan salah satu obyek wisata unggulan Kabupaten Banyuwangi, sekaligus tempat wisata unggulan Jawa Timur ini, kami menyambut anda dengan tangan terbuka, ramah dan tulus…